JAKARTA,Berita-IndonesiaNews.Com – Industri kedirgantaraan Indonesia mulai memasuki babak baru melalui pengembangan teknologi Advanced Air Mobility (AAM). PT Vela Prima Nusantara (Vela Aero) resmi memperkenalkan prototipe fisik skala penuh (full-scale prototype) Vela Alpha, kendaraan udara listrik dengan kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal atau electric vertical takeoff and landing (eVTOL).
Peluncuran Vela Alpha berlangsung dalam ajang Heli Expo Asia (HEXIA) 2026 di Cengkareng Heliport, Minggu 30/8/2026, Kehadiran prototipe skala penuh tersebut menjadi tahapan penting bagi Vela Aero, dari pengembangan desain menuju fase pengujian terbang dan proses sertifikasi kelaikudaraan (airworthiness certification).

Vela Aero menyebut pengembangan Vela Alpha sekaligus menjadi bagian dari upaya menempatkan Indonesia sebagai salah satu basis manufaktur Original Equipment Manufacturer (OEM) di sektor AAM di kawasan Asia Tenggara.
Vela Alpha menggunakan konfigurasi lift-and-cruise dengan teknologi Distributed Electric Propulsion (DEP). Sistem tersebut ditopang sembilan motor listrik independen yang dirancang untuk mendukung kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal.
Dari sisi kapasitas, Vela Alpha dirancang membawa satu pilot dan enam penumpang. Kendaraan ini dikembangkan dalam dua varian dengan karakteristik jangkauan berbeda.
Varian pertama merupakan eVTOL listrik murni dengan jangkauan hingga 150 kilometer yang ditujukan untuk kebutuhan mobilitas perkotaan. Sementara varian kedua, yang disebut hVTOL (hybrid vertical takeoff and landing), memiliki jangkauan hingga 500 kilometer dengan dukungan turbogenerator yang menggunakan Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Kedua varian tersebut dirancang memiliki kecepatan jelajah hingga 250 kilometer per jam.

Peluncuran prototipe fisik ini menjadi penanda bahwa pengembangan Vela Alpha mulai bergerak dari tahap rekayasa dan desain menuju pembuktian melalui serangkaian pengujian. Tahap berikutnya akan menjadi krusial untuk menguji aspek performa, keselamatan, keandalan sistem, serta pemenuhan persyaratan kelaikudaraan.
Pengembangan kendaraan udara jenis eVTOL dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam evolusi transportasi udara masa depan. Teknologi ini memungkinkan perjalanan jarak pendek hingga menengah dilakukan secara lebih fleksibel tanpa sepenuhnya bergantung pada infrastruktur bandar udara konvensional.
Bagi Indonesia, keberhasilan pengembangan teknologi tersebut tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan prototipe. Tantangan yang lebih besar terletak pada pembuktian keselamatan, kesiapan teknologi, sertifikasi, infrastruktur pendukung, serta kemampuan membangun ekosistem industri yang berkelanjutan.
Karena itu, Vela Alpha kini memasuki fase yang lebih menentukan: membuktikan bahwa teknologi yang dirancang di atas kertas dan diwujudkan dalam prototipe dapat memenuhi standar keselamatan dan kelaikudaraan sebelum digunakan dalam layanan komersial.
Reporter: ( al* )












