BOGOR,Berita-IndonesiaNews.Com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelayanan dan pendampingan masyarakat melalui seluruh kader partai di tingkat kecamatan hingga desa.
Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Bogor, Ahmad Yaudin Sogir, mengatakan bahwa keberadaan partai politik harus dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, bukan sekadar hadir ketika momentum politik berlangsung.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) sekaligus pengukuhan pengurus DPC PKB Kabupaten Bogor masa bakti 2026–2031, yang digelar pada Minggu (25/10/2026).

Menurut Sogir, pelayanan masyarakat harus menjadi prioritas utama seluruh kader PKB, termasuk dalam bidang pendidikan, kesehatan, serta berbagai aspek pelayanan publik lainnya.
“PKB saat ini fokus pada pelayanan masyarakat. Bagaimana rakyat merasa senang dan puas atas kehadiran PKB. Masyarakat yang akan menilai mana yang benar-benar bergerak dan mana yang peduli,” ujar Sogir.
Sogir menjelaskan, pengukuhan pengurus yang melibatkan 40 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di 40 kecamatan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan peran kader dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Sogir juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda, termasuk kalangan Generasi Z dan milenial, dalam membangun partai yang lebih responsif terhadap perkembangan zaman dan persoalan masyarakat.
Ia menegaskan, setiap kader PKB harus mampu memberikan pendampingan sekaligus membantu mencarikan solusi atas persoalan yang dihadapi warga di wilayah masing-masing.
“Setiap kecamatan wajib memberikan pendampingan kepada masyarakat. Kader harus terus bekerja, melayani, dan memberikan jawaban atas persoalan masyarakat. Kapan pun dan di mana pun, kader harus siap hadir untuk rakyat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sogir mengingatkan agar kader PKB mengubah pola pikir dalam berpolitik. Menurutnya, politik tidak boleh dijalankan dengan cara memberikan janji yang tidak sesuai dengan kenyataan, apalagi sampai merugikan atau membohongi masyarakat.
kepercayaan rakyat merupakan amanah yang harus dijaga oleh setiap kader, terutama mereka yang mendapat mandat sebagai wakil rakyat.
“Harapan kita ke depan tidak muluk-muluk. Dengan target 12 kursi, kita harus mengubah pola pikir dalam berpolitik. Jangan membohongi masyarakat dan umat, karena kita dipilih oleh rakyat dan menjadi wakil rakyat. Politik harus menjadi jalan untuk melayani dan memberikan solusi,” Tegasnya.
Selain penguatan pelayanan publik, Sogir menekankan pentingnya menjaga tradisi keagamaan yang menjadi bagian dari identitas PKB, khususnya tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.
kegiatan pengajian, majelis taklim, dan peringatan Maulid Nabi harus tetap dipertahankan sebagai ruang memperkuat silaturahmi, nilai keagamaan, serta kedekatan kader dengan masyarakat.
“Tradisi berkumpul melalui pengajian, majelis taklim, dan Maulid harus kita pertahankan. Itu bagian dari tradisi Ahlussunnah wal Jamaah yang perlu terus dijaga,” katanya.
Sogir menambahkan, politik pada hakikatnya dapat menjadi sarana pengabdian yang berlandaskan nilai-nilai agama dan kepedulian sosial. Karena itu, strategi politik semestinya diarahkan untuk memperluas manfaat bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan kerugian.
Melalui konsolidasi organisasi dan pengukuhan kepengurusan tersebut, PKB Kabupaten Bogor diharapkan mampu memperkuat kerja-kerja kader di tingkat akar rumput, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan nyata dan berkelanjutan.
Reporter: ( Bg, al )












