Jakarta,Berita-IndonesiaNews.Com – Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor menjalin kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) untuk mempercepat penanganan persoalan sampah melalui pengolahan menjadi bahan bakar minyak (BBM).
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Bupati Bogor Rudy Susmanto, dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Jumat, 7/8/2026, Penandatanganan turut disaksikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Kerja sama itu merupakan bagian dari upaya mempercepat penanganan timbunan sampah yang selama ini menjadi tantangan di sejumlah daerah. Dalam pelaksanaannya, TNI AD menggandeng mitra teknologi yang menggunakan metode pirolisis untuk mengolah timbunan sampah lama menjadi bahan bakar minyak.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, kolaborasi tersebut sejalan dengan kebijakan pengelolaan sampah di wilayah Bogor Raya yang tidak hanya berfokus pada pengolahan timbunan sampah lama, tetapi juga pengendalian sampah baru melalui pemilahan sejak dari sumber.

“Pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penanganan sampah yang sudah menumpuk hingga pengurangan timbulan sampah baru melalui pemilahan di tingkat rumah tangga, instansi pemerintah, dan sektor swasta,” ujar Dedie.
Sementara itu, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta pemerintah daerah yang telah menyepakati kerja sama agar segera menindaklanjuti tahapan teknis sehingga program dapat direalisasikan sesuai rencana.
Menurut Maruli, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Semarang menjadi daerah prioritas dalam percepatan penanganan kondisi darurat sampah. Program tersebut diharapkan mendukung kebijakan pemerintah pusat melalui Gerakan ASRI dengan mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sampah.
Kerja sama ini menjadi salah satu langkah awal untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI AD dalam mencari solusi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Meski demikian, efektivitas program akan bergantung pada kesiapan infrastruktur, pelaksanaan teknis di lapangan, serta konsistensi pengurangan dan pemilahan sampah dari sumbernya.
Reporter: ( Al )












