Jaro Ade Soroti Peran Kampus dalam Menyiapkan SDM Unggul Kabupaten Bogor

BOGOR,Berita-IndonesiaNews.Com – Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade menghadiri penutupan Pekan Ta’aruf Mahasiswa/i Baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor pada kamis (17/9/2026).

Kehadiran tersebut menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya perguruan tinggi sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Bogor.

Dalam kegiatan itu, Jaro Ade didampingi Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor. Turut hadir Ketua Yayasan UIKA Bogor Dr. H. Didi Hilman, S.H., M.H., M.Pd.I., Rektor UIKA Dr. H. Endin E. Mujahidin, M.Si., Ketua Senat, para Wakil Rektor, Dekan, Direktur Sekolah Pascasarjana, Ketua Lembaga, Kepala Unit, serta para Ketua Program Studi.

Di hadapan mahasiswa baru, Jaro Ade menyampaikan bahwa perjumpaan dengan generasi muda memberikan energi sekaligus optimisme terhadap masa depan.

Menurutnya, antusiasme mahasiswa baru menunjukkan adanya potensi generasi muda yang perlu diarahkan melalui pendidikan, karakter, kreativitas, dan pengalaman organisasi.

“Melihat antusiasme mereka, saya semakin optimis bahwa generasi muda hari ini memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif di masa depan,” ujar Jaro Ade.

Jaro menyoroti keberadaan mahasiswa UIKA yang berasal dari Kabupaten Bogor. Menurutnya, mahasiswa tersebut tidak hanya menjadi bagian dari lingkungan akademik UIKA, tetapi juga merupakan bagian dari proses panjang pembangunan kualitas SDM daerah.

Perspektif tersebut menempatkan pendidikan bukan semata-mata sebagai upaya memperoleh gelar akademik. Lebih jauh, pendidikan diharapkan mampu membentuk kapasitas intelektual, karakter, kreativitas, serta kesiapan generasi muda untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

“Pendidikan hari ini adalah bekal untuk membangun masa depan. Dari kampus inilah kita berharap lahir generasi muda yang berilmu, berkarakter, kreatif, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” katanya.

Jaro Ade juga menyampaikan harapannya agar mahasiswa baru dapat menjalani proses akademik secara sungguh-sungguh hingga menyelesaikan pendidikan. Namun, keberhasilan pendidikan, menurut pesan yang disampaikannya, tidak berhenti pada pencapaian gelar sarjana.

Mahasiswa diharapkan mampu membawa pengetahuan yang diperoleh di kampus ke ruang sosial yang lebih luas, baik melalui profesi, kegiatan kemasyarakatan maupun kontribusi terhadap pembangunan daerah, bangsa, dan negara.

Pada kesempatan tersebut, Jaro Ade turut mengapresiasi Ketua BEM beserta organisasi kemahasiswaan UIKA Bogor yang telah menyampaikan berbagai masukan, aspirasi, dan saran kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.

Masukan dari kalangan mahasiswa tersebut dinilai penting sebagai bagian dari komunikasi antara pemerintah dan kelompok muda. Bagi pemerintah daerah, ruang dialog dengan mahasiswa dapat menjadi salah satu sumber perspektif dalam memahami kebutuhan serta aspirasi generasi muda.

Momentum Pekan Ta’aruf dengan demikian tidak hanya menjadi fase pengenalan lingkungan akademik bagi mahasiswa baru, tetapi juga dapat menjadi titik awal terbentuknya kesadaran bahwa pendidikan memiliki dimensi sosial.

Kampus tidak berdiri terpisah dari persoalan masyarakat. Di sisi lain, pemerintah juga membutuhkan generasi terdidik yang memiliki kemampuan berpikir kritis, integritas, dan kepedulian terhadap persoalan daerah.

Sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan pemerintah daerah menjadi penting agar pembangunan SDM tidak berhenti pada angka partisipasi pendidikan, tetapi berlanjut pada lahirnya generasi yang mampu mengubah pengetahuan menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.*

 

 

Reporter: ( al* )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *