BENGKULU,Berita-IndonesiaNews.Com – Membangun pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata bergantung pada modal, investasi, maupun keberanian pelaku usaha mengambil risiko. Kepastian hukum dan rasa aman dalam menjalankan aktivitas bisnis menjadi bagian penting dari ekosistem usaha yang sehat.
Perspektif tersebut menjadi salah satu konteks dalam audiensi Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu dengan Kapolda Bengkulu Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., Jumat (11/9/2026).
Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu Yosia Yodan hadir didampingi Sekretaris Umum Julian Tanel serta jajaran pengurus. Pertemuan berlangsung langsung bersama Kapolda Bengkulu dan jajaran sebagai langkah awal membangun komunikasi serta membuka ruang sinergi antara dunia usaha dan institusi kepolisian.

Kapolda Bengkulu dalam pertemuan tersebut turut didampingi Dirbinmas Polda Bengkulu Kombes Pol Rudi Hartono, S.I.K., M.M., Dirreskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Asep Mauludin, S.I.K., M.H., serta Wadirreskrimsus Polda Bengkulu AKBP Florentus Situngkir, S.I.K.
Bagi HIPMI Bengkulu, hubungan dengan kepolisian tidak berhenti pada persoalan keamanan secara konvensional. Stabilitas keamanan dan kepastian penegakan hukum memiliki korelasi langsung dengan keberanian pelaku usaha untuk mengembangkan investasi, memperluas usaha, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan aktivitas ekonomi daerah.
Karena itu, komunikasi antara pengusaha muda dan kepolisian menjadi penting agar berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu iklim usaha dapat dibicarakan secara konstruktif dalam koridor hukum.
Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun pola hubungan antar lembaga yang tidak hanya bersifat seremonial. Sinergi diharapkan dapat berkembang menjadi komunikasi yang berkelanjutan, khususnya dalam menciptakan ruang usaha yang tertib, aman, serta memiliki kepastian.
Bengkulu membutuhkan ekosistem ekonomi yang memungkinkan pelaku usaha tumbuh tanpa mengabaikan aspek hukum dan kepentingan publik. Di sisi lain, dunia usaha juga memiliki tanggung jawab untuk menjalankan aktivitas bisnis secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam konteks itu, kolaborasi antara HIPMI sebagai representasi pengusaha muda dan Polda Bengkulu memiliki ruang yang cukup luas. Selain menjaga kondusivitas, komunikasi yang terbuka dapat menjadi jembatan untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai dinamika dunia usaha sekaligus mendorong penyelesaian berbagai persoalan secara proporsional.
HIPMI Bengkulu menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Bengkulu beserta jajaran atas sambutan, waktu, dan arahan yang diberikan dalam audiensi tersebut.
Pertemuan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi, melainkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan. Sebab, pertumbuhan ekonomi daerah pada akhirnya membutuhkan lebih dari sekadar angka investasi namun membutuhkan rasa aman, kepastian hukum, kepercayaan, serta kemitraan yang sehat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan dunia usaha.
Dengan fondasi tersebut, pengusaha muda Bengkulu diharapkan tidak hanya menjadi pelaku ekonomi, tetapi juga bagian dari kekuatan sosial yang ikut mendorong kemajuan dan daya saing Provinsi Bengkulu.
Reporter: ( kur )












