Gubernur DKI Siap Saksikan Persija vs Persib, PSSI Ingatkan Bobotoh Tak Datang ke SUGBK

JAKARTA,Berita-IndonesiaNews.Com – Duel Persija Jakarta kontra Persib Bandung tak sekadar menjadi pertandingan yang mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola Indonesia.

Laga yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026) mendatang, juga menjadi ujian bagaimana rivalitas suporter dikelola dalam ruang publik.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kesiapannya menyaksikan langsung pertandingan tersebut apabila digelar di wilayah Jakarta.

Bagi Pramono, lokasi stadion bukan persoalan. Ia memastikan akan hadir di mana pun pertandingan berlangsung di Jakarta.

“Saya, kalau nanti pertandingannya dilangsungkan di Jakarta, saya akan nonton. Di Jakarta-nya di mana aja, saya akan nonton,” ujar Pramono di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa laga Persija kontra Persib memiliki daya tarik yang tidak hanya menyentuh kalangan pencinta sepak bola, tetapi juga menjadi perhatian pemerintah daerah sebagai bagian dari dinamika olahraga dan kehidupan sosial masyarakat ibu kota.

Persija sebelumnya telah mengumumkan penggunaan SUGBK sebagai venue pertandingan melalui media sosial resmi klub.

Namun, di tengah tingginya ekspektasi terhadap duel dua klub besar tersebut, PSSI justru mengeluarkan imbauan kepada suporter Persib agar tidak melakukan perjalanan ke Jakarta.

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi meminta Bobotoh memilih menyaksikan pertandingan melalui kegiatan nonton bareng di daerah masing-masing.

“Jangan memaksakan diri untuk datang ke Jakarta dan atau ke Stadion Gelora Bung Karno,” kata Yunus.

Imbauan itu bukan untuk mengurangi atmosfer pertandingan, melainkan bagian dari upaya menjaga keamanan dan mencegah potensi gesekan antarsuporter yang dapat mengganggu jalannya pertandingan.

Di titik inilah rivalitas sepak bola diuji. Persija dan Persib boleh memiliki sejarah persaingan panjang, tetapi pertandingan tetap harus ditempatkan sebagai ruang kompetisi olahraga, bukan arena untuk mempertontonkan permusuhan.

Kehadiran Gubernur DKI Jakarta di stadion juga membawa pesan bahwa sepak bola seharusnya dapat menjadi bagian dari kehidupan kota yang aman, tertib, dan inklusif.

Namun, pesan tersebut hanya akan bermakna apabila seluruh elemen yang terlibat klub, suporter, aparat keamanan, penyelenggara, hingga pemerintah memiliki komitmen yang sama terhadap keselamatan.

Pertandingan besar membutuhkan pengamanan besar, tetapi yang lebih penting adalah kedewasaan seluruh pihak dalam menjaga suasana.

Sebab, kemenangan sebuah tim tidak seharusnya dibayar dengan kerugian masyarakat. Rivalitas boleh panas selama 90 menit, tetapi keamanan dan persaudaraan sesama pencinta sepak bola harus tetap menjadi batas yang tidak boleh dilanggar.

Dengan demikian, Persija kontra Persib bukan hanya tentang siapa yang unggul di papan skor.

Lebih dari itu, laga ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia mampu menghadirkan rivalitas yang sengit tanpa kehilangan akal sehat, sportivitas, dan rasa tanggung jawab.

 

 

Reporter: ( can )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *