BOGOR,Berita-IndonesiaNews.Com – Penanganan kebakaran di Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, tidak hanya bergantung pada kemampuan petugas memadamkan api.
Kelancaran akses menuju lokasi menjadi bagian penting agar setiap upaya penanganan dapat berlangsung cepat dan efektif.
Hal itu menjadi perhatian Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto, saat menghadiri Apel Gabungan Penanganan Kebakaran TPAS Galuga, Kamis (10/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bayu menginstruksikan jajaran Dishub untuk memastikan pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan TPAS Galuga berjalan optimal. Petugas diminta memberikan prioritas terhadap kendaraan darurat yang keluar-masuk lokasi penanganan kebakaran.
Instruksi tersebut menjadi penting mengingat aktivitas penanganan bencana membutuhkan mobilitas berbagai kendaraan, mulai dari kendaraan pemadam hingga kendaraan pendukung lainnya.
Hambatan sekecil apa pun di jalur menuju lokasi dapat berpengaruh terhadap kecepatan respons di lapangan.
“Petugas harus memastikan arus lalu lintas tetap terkendali sehingga kendaraan emergency yang menuju TPAS Galuga dapat bergerak dengan cepat dan lancar,” demikian arahan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Bagi Dishub, pengaturan lalu lintas dalam situasi kebakaran bukan sekadar persoalan menjaga kelancaran arus kendaraan. Lebih dari itu, terdapat kepentingan keselamatan publik dan efektivitas operasi penanganan yang harus berjalan beriringan.
Karena itu, masyarakat yang melintas di sekitar kawasan TPAS Galuga diimbau mematuhi arahan petugas di lapangan. Pengendara juga diminta tidak memaksakan diri menerobos pengaturan lalu lintas apabila terjadi rekayasa atau pembatasan arus.

Kehadiran petugas di jalur akses menuju lokasi kebakaran juga diharapkan dapat mencegah kepadatan yang berpotensi menghambat kendaraan penanganan darurat.
Di tengah situasi kebakaran, keselamatan pengguna jalan tetap menjadi perhatian. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan ketika melintas di sekitar lokasi, serta memberikan ruang bagi kendaraan darurat.
Penanganan TPAS Galuga pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana api dapat dikendalikan, tetapi juga bagaimana seluruh unsur bergerak dalam satu sistem respons yang terkoordinasi.
Kecepatan, ketertiban lalu lintas, dan kepatuhan masyarakat menjadi mata rantai yang saling menentukan dalam memastikan penanganan berlangsung maksimal.
Reporter: ( al* )












