BOGOR,Berita-IndonesiaNews.Com – Politeknik Prasetiya Mandiri menjadi perguruan tinggi pertama di Kota Bogor yang mengimplementasikan Gerakan Seribu Kata Positif (Serbukatif). Program tersebut diluncurkan bersamaan dengan peresmian Pojok Literasi Afirmasi di lingkungan kampus, Jumat, 7/8/2026.
Peresmian ditandai dengan pengangkatan dua mahasiswa sebagai Duta Gerakan Serbukatif melalui penyematan selempang oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yantie Rachim. Salah satu duta yang dipilih merupakan mahasiswa berkebutuhan khusus, sebagai simbol komitmen kampus terhadap nilai inklusivitas.
Direktur Politeknik Prasetiya Mandiri, Saefudin Zuhdi, mengatakan Gerakan Serbukatif akan menjadi bagian dari pembinaan karakter mahasiswa. Menurut dia, kampus telah menyiapkan berbagai langkah agar budaya bertutur kata yang santun dapat diterapkan secara berkelanjutan.
“Strategi telah kami siapkan untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Gerakan Serbukatif juga akan diintegrasikan dengan program character building yang rutin dilaksanakan setiap tiga bulan,” ujar Saefudin.
Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, mengapresiasi inisiatif Politeknik Prasetiya Mandiri yang menjadi pelopor penerapan Gerakan Serbukatif di tingkat perguruan tinggi. Menurut dia, lingkungan kampus memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda, tidak hanya melalui pendidikan akademik, tetapi juga melalui budaya komunikasi yang sehat.

Yantie menilai penggunaan kata-kata positif dapat memperkuat sikap saling menghargai, mencegah perundungan, dan mengurangi penyebaran ujaran kebencian, termasuk di ruang digital.
Ia juga berharap Pojok Literasi Afirmasi menjadi ruang yang memberikan akses pengetahuan secara inklusif bagi seluruh mahasiswa serta mendorong tumbuhnya budaya saling menguatkan di lingkungan kampus.
“Kampus tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas, tetapi juga pribadi yang memiliki empati dan karakter. Satu kata positif dapat membangkitkan semangat seseorang, sementara satu tindakan baik dapat memberi dampak besar bagi masa depannya,” kata Yantie.
Melalui peluncuran program tersebut, Politeknik Prasetiya Mandiri berharap Gerakan Serbukatif tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi budaya yang diterapkan dalam interaksi sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun di media sosial.
Reporter : ( Al )












