CIREBON,Berita-IndonesiaNews.Com – Ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) diterjunkan ke sejumlah desa melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Program tersebut diarahkan tak sekadar menjadi kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui pengelolaan sampah dan ketahanan pangan.
Kegiatan pelepasan mahasiswa berlangsung di Cirebon, Sabtu, 8/8/2026. Dalam kesempatan itu, Farida Farichah menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam memperkuat sumber daya manusia koperasi dan ekonomi kerakyatan.

Menurut Farida, kolaborasi antara perguruan tinggi, koperasi, dan masyarakat desa diperlukan agar potensi lokal dapat dikelola secara berkelanjutan. Program KKM berbasis ekonomi sirkular menjadi salah satu pendekatan yang ditawarkan untuk menjawab persoalan lingkungan sekaligus ekonomi.
“Mahasiswa diajak turun langsung menyelesaikan dua tantangan besar desa sekaligus: pengelolaan sampah dan ketahanan pangan,” ujar Farida, seperti dikutip dari pernyataannya.
Pendekatan ekonomi sirkular menempatkan sampah bukan semata sebagai persoalan lingkungan, melainkan sebagai sumber daya yang masih dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Di sisi lain, produksi pangan masyarakat dapat diperkuat melalui kelembagaan ekonomi desa, termasuk koperasi.
Farida mengatakan, penguatan koperasi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Perguruan tinggi dinilai memiliki ruang strategis untuk ikut mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Ketika sampah terkelola menjadi nilai ekonomi dan hasil pangan warga dipayungi oleh koperasi, di situlah kemandirian desa benar-benar terwujud,” katanya.

Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial selama berada di desa. Mereka didorong untuk mengidentifikasi persoalan, menyusun solusi bersama masyarakat, serta meninggalkan model kegiatan yang dapat dilanjutkan setelah masa KKM berakhir.
Pelepasan ribuan mahasiswa itu sekaligus menjadi momentum untuk menguji sejauh mana kolaborasi antara kampus dan masyarakat mampu menghasilkan manfaat yang terukur bagi desa.
Bagi mahasiswa UMC, KKM menjadi ruang untuk menerapkan pengetahuan di luar lingkungan akademik. Sementara bagi desa, program tersebut diharapkan dapat memberikan gagasan baru dalam mengelola lingkungan, pangan, dan potensi ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Reporter: ( kur )












