JAKARTA,Berita-IndonesiaNews.Com – Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta, Dr. Sutikno, S.H., M.H., menghadiri pelantikan Ketua Umum dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi PBNU untuk memperkuat peran keagamaan dan kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU memiliki posisi strategis dalam merawat kerukunan, menjaga persatuan, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Kehadiran Sutikno mencerminkan pentingnya komunikasi dan silaturahmi antar lembaga dalam menjaga stabilitas sosial.
Sinergi antara institusi penegak hukum dan organisasi kemasyarakatan keagamaan dinilai memiliki ruang strategis dalam memperkuat kesadaran hukum, meredam potensi konflik, serta memelihara kondusivitas masyarakat.

Namun, tantangan kepengurusan PBNU periode 2026–2031 tidak berhenti pada konsolidasi organisasi.
Lebih dari itu, kepengurusan baru dituntut menerjemahkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan menjadi kerja nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam penguatan pendidikan, pemberdayaan umat, dan pemeliharaan toleransi.
Bagi PBNU, amanah kepemimpinan merupakan tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan warga sekaligus memastikan organisasi tetap relevan menghadapi perubahan zaman.
Sementara bagi institusi negara, hubungan yang konstruktif dengan elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam merawat demokrasi dan memperkuat persatuan nasional.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal bagi kepengurusan PBNU yang mampu menjalankan amanah secara bertanggung jawab serta memperluas kontribusi bagi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.
Reporter: ( kur )












