CISARUA,Berita-IndonesiaNews.Com – Pemerintah Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, mengalokasikan Bantuan Keuangan (Bankeu) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp1,5 miliar, untuk mendukung sejumlah program pembangunan, mulai dari infrastruktur, Dayeuh Pajajaran, program Satu Sarjana Satu Desa, digitalisasi, hingga penanganan sampah terpadu.
Salah satu fokus pembangunan diarahkan ke Kampung Pondok Rawa RT 03/RW 04 melalui program Dayeuh Pajajaran dan pembangunan infrastruktur.
Kawasan ini dinilai memiliki peran strategis karena menjadi akses masyarakat, jalur alternatif, sekaligus penunjang aktivitas pariwisata dan perekonomian warga.
Pengembangan akses tersebut tidak sekadar berorientasi pada pembangunan fisik. Konektivitas jalan yang memadai diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, memudahkan akses menuju kawasan wisata, serta membuka peluang pergerakan ekonomi lokal.
Kepala Desa Tugu Utara, Asep Ma’mun Nawawi, S.H., mengatakan kepada awak media Jumat 9/10/2026, dirinya sangat mengapresiasi program Akselerasi bantuan keuangan( bangkeu ) tahun 2026 dari pemerintah kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan bupati Rudy Susmanto,

Asep menegaskan anggaran Rp976 juta dialokasikan untuk infrastruktur, sedangkan Rp300 juta diperuntukkan bagi pengembangan Dayeuh Pajajaran dengan panjang penanganan sekitar 570 meter.Program penanganan sampah terpadu juga menjadi bagian dari upaya pembangunan desa.
Menurut Asep, pembangunan Dayeuh Pajajaran diharapkan tidak sekadar memperbaiki akses, tetapi juga menjadi ikon wisata yang mampu mendorong aktivitas ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Selain pembangunan fisik, Pemdes Tugu Utara turut mendukung program Satu Sarjana Satu Desa. Dari empat kuota yang tersedia, dua diperuntukkan bagi staf desa dan dua lainnya bagi masyarakat umum.

Bahkan untuk kuota umum, pihak desa menyebut telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Djuanda dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Program ini kami harapkan memberikan manfaat nyata, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Asep.
Asep juga menambahkan untuk mendukung perawatan dan pengembangan kawasan Dayeuh Pajajaran, terdapat dua komunitas yang turut berperan, yakni KOREM dan Komunitas Biru.
Keterlibatan kedua komunitas tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan kawasan, sekaligus mendorong terciptanya suasana yang aman dan tertib.
Bahkan, pemasangan kamera pengawas (CCTV) menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengawasan dan menjaga keamanan kawasan, sehingga Dayeuh Pajajaran dapat berkembang sebagai ruang yang nyaman bagi masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas wisata dan perekonomian warga setempat” tutup nya.
Reporter: ( a* )












