Puskagro Diarahkan Menjadi Motor Agrobisnis dan Nilai Tambah Petani Banten

Tangerang,Berita-IndonesiaNews.Com – Pemerintah Provinsi Banten mulai menggeser pendekatan ketahanan pangan dari sekadar mengejar produksi menuju penguatan ekosistem agribisnis. Salah satu langkah itu terlihat dari pengembangan Pusat Kawasan Agropolitan (Puskagro) di Kampung Pisangan Talang, Desa Sarakan, Kabupaten Tangerang.

Pada Sabtu, ( 15/8/2026 ), Pemprov Banten bersama Satgasus Jaga Pangan dan Satlinmas mendorong pengembangan sejumlah unit usaha di kawasan tersebut. Kegiatannya mencakup pemberdayaan usaha ayam petelur, peletakan batu pertama budidaya ikan air tawar, serta pengelolaan kandang ayam.

Gubernur Banten Andra Soni melihat Puskagro bukan sekadar kawasan produksi pangan. Ia mendorong kawasan tersebut berkembang sebagai agrobisnis terpadu yang mampu menciptakan nilai ekonomi lebih besar bagi petani.

Orientasi itu penting karena persoalan pangan tidak berhenti ketika hasil pertanian atau peternakan keluar dari lahan produksi. Nilai tambah justru banyak terbentuk pada tahap pengolahan, distribusi, pembiayaan, teknologi, hingga pemasaran.

Karena itu, penguatan Puskagro diarahkan untuk mempertemukan berbagai mata rantai tersebut. Petani tidak hanya ditempatkan sebagai produsen bahan mentah, tetapi juga didorong memperoleh manfaat ekonomi dari berkembangnya aktivitas usaha di kawasan.

Pendekatan ini sekaligus memperluas makna ketahanan pangan. Ketersediaan pangan tetap menjadi fondasi, tetapi keberlanjutannya bergantung pada kemampuan ekosistem usaha untuk bertahan, tumbuh, dan memberikan pendapatan yang layak kepada masyarakat.

Pemprov Banten juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMD, koperasi, industri, pelaku usaha dan generasi muda. Sinergi itu diperlukan agar sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tidak berjalan dalam ruang yang terpisah.

Dengan potensi sumber daya tersebut, sektor pangan di Banten memiliki ruang untuk berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan produksi berjalan seiring dengan penguatan pasar, teknologi, pembiayaan dan akses terhadap rantai distribusi.

Fokus Andra Soni pada pengembangan Puskagro dengan demikian bukan semata membangun fasilitas produksi. Yang hendak dibentuk adalah rantai ekonomi pangan yang lebih utuh—dari hulu hingga hilir—sehingga pertumbuhan sektor pertanian dapat diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat.

Jika model ini berjalan konsisten, Puskagro dapat menjadi contoh bahwa kebijakan pangan daerah tidak cukup diukur dari seberapa banyak komoditas dihasilkan, tetapi juga dari seberapa besar nilai tambah yang kembali kepada masyarakat yang memproduksinya.

 

Reporter:( Al )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *