Pabrik Rongsok Terbakar di Bogor Timur, SMK Gumati Soroti Risiko Lingkungan dan Gangguan Belajar

BOGOR, Berita-IndonesiaNews.Com – Sebuah pabrik rongsok di Jalan Pakuan Indah, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, terbakar pada Rabu (29/7/2026). Kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik.

Lokasi kebakaran berada berdekatan dengan SMK Gumati Mulya Kota Bogor. Api dengan cepat membesar karena material di lokasi didominasi barang bekas yang mudah terbakar. Selain itu, terdapat limbah yang diduga termasuk kategori bahan berbahaya dan beracun (B3), sehingga petugas berupaya mencegah api merembet ke bangunan di sekitarnya.

Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit ambulans dikerahkan ke lokasi. Seorang pekerja lapak rongsok dilaporkan menjadi korban dan telah mendapat penanganan dari petugas terkait.

Hingga berita ini ditulis, petugas Damkar Kota Bogor masih melakukan proses pendinginan dan pemadaman untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Peristiwa tersebut juga berdampak pada aktivitas belajar mengajar di SMK Gumati Mulya. Pasokan listrik sempat terganggu, sementara kepulan asap dari lokasi kebakaran mengganggu kegiatan sekolah.

Kepala SMK Gumati Mulya Kota Bogor, Siti Asih Wardhani, mengatakan kebakaran ini kembali mengingatkan adanya persoalan lingkungan yang selama ini dirasakan pihak sekolah.

“Selain musibah kebakaran, kami setiap hari juga merasakan dampak keberadaan lapak-lapak rongsok di sekitar sekolah. Bau tidak sedap kerap tercium saat proses belajar mengajar berlangsung sehingga mengganggu kenyamanan warga sekolah,” ujarnya.

Menurut Siti Asih, keberadaan lapak rongsok yang berdampingan dengan lingkungan pendidikan perlu menjadi perhatian pemerintah. Ia berharap instansi terkait melakukan penataan dan mencari solusi yang mengakomodasi kepentingan masyarakat sekaligus menjamin keamanan serta kenyamanan kegiatan pendidikan.

“Kami berharap ada penyelesaian yang baik dari dinas terkait. Sekolah dan lapak rongsok berdampingan, sehingga aspek keselamatan, kesehatan lingkungan, dan kenyamanan belajar perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai tindak lanjut penataan kawasan tersebut serta penyebab pasti kebakaran. Proses penyelidikan masih berlangsung.

Reporter: ( Al )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *