Retret Nasional Karang Taruna di Bogor Perkuat Kapasitas Kader dan Kepemimpinan Organisasi

BOGOR, Berita-IndonesiaNews.Com – Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) menggelar Retret dan Training of Trainers (ToT) di Eco Edu Forest, Kabupaten Bogor, pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi organisasi dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus menyiapkan kader pelatih yang akan mengembangkan pembinaan Karang Taruna di berbagai daerah.

Retret diikuti jajaran Pengurus Nasional Karang Taruna bersama 18 Ketua Pengurus Provinsi Karang Taruna. Selama tiga hari, peserta mengikuti rangkaian pelatihan yang berfokus pada penguatan kepemimpinan, tata kelola organisasi, metode pelatihan, serta penyamaan visi dalam menjalankan peran Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan.

Ketua Umum PNKT, Budisatrio Djiwandono, mengatakan penguatan kualitas kader menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya tantangan sosial yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, organisasi membutuhkan kader yang tidak hanya mampu menjalankan roda organisasi, tetapi juga memiliki kompetensi sebagai fasilitator dan pelatih bagi pengurus di daerah.

“Retret dan Training of Trainers ini merupakan investasi jangka panjang bagi organisasi. Kami ingin membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan melalui kader-kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan melatih, serta komitmen terhadap pengabdian kepada masyarakat,” kata Budisatrio.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, selaku Pembina Teknis Karang Taruna. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi langkah PNKT yang memilih pendekatan penguatan kapasitas organisasi melalui pendidikan dan pelatihan.

Saifullah menilai konsolidasi organisasi yang dibangun melalui peningkatan kompetensi kader akan memperkuat peran Karang Taruna sebagai mitra pemerintah dalam mendukung penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Ia berharap hasil pelatihan tidak berhenti di tingkat nasional, tetapi diterapkan dan dikembangkan oleh seluruh pengurus di daerah.

Selain menjadi forum pembelajaran, retret juga dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi dan konsolidasi internal organisasi. Para peserta bertukar pengalaman mengenai praktik pembinaan di daerah masing-masing, sekaligus menyusun langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, PNKT menargetkan terbentuknya standar pembinaan yang lebih terukur dan berkelanjutan sehingga pengembangan kapasitas kader dapat berlangsung secara merata di seluruh Indonesia. Penguatan sumber daya manusia dinilai menjadi fondasi penting agar Karang Taruna tetap relevan dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan pemberdayaan generasi muda di tingkat lokal maupun nasional.

 

 

Reporter: ( Al )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *