Semarang,Berita-IndonesiaNews.Com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meluncurkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Co-Branding bersama Universitas Diponegoro (UNDIP) Jumat 7/8/2026. Program ini akan diterapkan kepada sekitar 17 ribu mahasiswa baru UNDIP Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital di lingkungan perguruan tinggi.
Peluncuran dilakukan bersama Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. Program tersebut juga melibatkan Danantara Indonesia dalam pengembangan layanan berbasis teknologi.
KTM Co-Branding tidak hanya berfungsi sebagai identitas mahasiswa, tetapi juga dirancang untuk mendukung berbagai layanan kampus yang terintegrasi, termasuk akses administrasi dan layanan keuangan sesuai kebutuhan civitas akademika.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, kolaborasi dengan UNDIP merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan. Menurut dia, perguruan tinggi membutuhkan sistem layanan yang semakin modern agar mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi.
“Mahasiswa merupakan generasi yang akan menentukan arah pembangunan Indonesia. Karena itu, dukungan terhadap ekosistem pembelajaran berbasis digital menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia,” kata Nixon dalam keterangannya.

Dalam kesempatan tersebut, Nixon juga mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa perkuliahan dengan mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik. Ia mendorong mahasiswa aktif berorganisasi, memperluas jejaring, terus belajar, dan berani berinovasi agar siap menghadapi persaingan global.
Sementara itu, Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, pemanfaatan KTM berbasis teknologi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan kampus sekaligus mendukung proses digitalisasi di lingkungan Universitas Diponegoro.
BTN menyatakan akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebagai bagian dari upaya mendukung lahirnya sumber daya manusia yang unggul dan adaptif menuju Indonesia Emas 2045.*
Reporter: ( can )












