Abang None Jakarta Selatan Dituntut Tak Sekadar Jadi Ikon, tapi Penggerak Ekonomi Kreatif

JAKARTA,Berita-IndonesiaNews.Com – Ajang Abang None Jakarta Selatan 2026 mulai diarahkan ke fungsi yang lebih substantif. Para finalis tidak hanya dituntut mampu tampil representatif, tetapi juga membaca potensi wilayah dan menerjemahkannya menjadi gagasan yang dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menyampaikan arah tersebut ketika memberikan pembekalan kepada para finalis Abang None Jakarta Selatan di Ruang Rapat Gelatik I, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Selasa, ( 11/8/9/2026 ).

Menurut Syafrin, Abang None semestinya tidak berhenti pada aspek penampilan fisik. Kompetisi itu dapat menjadi ruang untuk menguji kemampuan generasi muda dalam mengekspresikan pengetahuan dan perspektif sesuai latar belakang masing-masing.

“Abang None bukan sekadar ajang ketampanan dan kecantikan,” kata Syafrin.

Ia mencontohkan, finalis yang memiliki latar belakang geologi dapat melihat Jakarta Selatan dari perspektif berbeda, termasuk dalam membaca potensi sumber daya dan karakter wilayah. Dengan pendekatan semacam itu, Abang None diharapkan mampu menghasilkan gagasan yang lebih beragam dan relevan.

Syafrin mengatakan pemerintah membutuhkan partisipasi generasi muda untuk memetakan sekaligus mempromosikan potensi Jakarta Selatan. Gagasan tersebut, menurut dia, dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara Abang None, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.

“Harapannya dapat memotret potensi yang ada di Jakarta Selatan sehingga memunculkan ruang kreasi dan bersinergi secara kolaboratif bersama pemerintah,” ujarnya.

Orientasi tersebut juga berkaitan dengan pengembangan ekonomi kreatif. Pemerintah melihat kreativitas anak muda bukan semata sebagai instrumen promosi daerah, melainkan sebagai salah satu pintu untuk menciptakan aktivitas ekonomi dan membuka peluang kerja baru.

Karena itu, keberadaan Abang None setelah ajang pemilihan berakhir menjadi bagian penting dari ukuran keberhasilannya. Para finalis tidak cukup hanya menjadi representasi simbolik Jakarta Selatan, tetapi diharapkan memiliki program dan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.

Kepala Seksi Pemasaran dan Atraksi Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan, Anita, mengatakan penyusunan program kerja Abang None Jakarta Selatan 2026 menjadi pekerjaan bersama.

Program tersebut akan disusun untuk periode satu tahun ke depan. Dengan demikian, masa tugas Abang None diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi rangkaian aktivitas yang mendukung promosi pariwisata, ekonomi kreatif, serta potensi lokal Jakarta Selatan.

Tantangannya adalah memastikan gagasan tersebut memiliki kesinambungan. Sebab, keberhasilan Abang None bukan hanya diukur dari siapa yang terpilih, melainkan sejauh mana mereka mampu mengubah status sebagai duta daerah menjadi kerja kreatif yang konkret.

 

 

Reporter: ( Al )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *