Gapeknas Konsolidasikan Dukungan untuk Hilal Firmansyah di Mukab Ke-IX Kadin Bogor

CIBINONG,Berita-IndonesiaNews.Com – Perebutan kursi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor periode 2026–2031 mulai memasuki fase konsolidasi dukungan. Di tengah dinamika Musyawarah Kabupaten (Mukab) Kadin ke-IX, sejumlah kelompok pengusaha mulai menunjukkan sikap politik organisasinya.

Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gapeknas) Kabupaten Bogor menjadi salah satu kelompok yang secara terbuka menyatakan dukungan kepada Hilal Firmansyah. Dukungan itu ditegaskan melalui konsolidasi internal di sekretariat Gapeknas, Cibinong, Senin ( 31/8/2026).

Kehadiran Hilal dalam forum tersebut disambut dengan yel-yel, “Hilal Firmansyah! Menang, menang, menang!” Seruan itu menggambarkan bukan sekadar dukungan personal, melainkan upaya membangun soliditas menjelang pemilihan Ketua Kadin Kabupaten Bogor.

Ketua Gapeknas Kabupaten Bogor, Ucu Susanto, mengatakan kedatangan Hilal menjadi pemantik semangat para anggota untuk memenangkan kandidat yang mereka dukung.

“Terima kasih atas kehadiran Kang Hilal di kantor kami. Kedatangan Kang Hilal ini semakin membakar semangat dan militansi kami di Gapeknas untuk memenangkan Kang Hilal sebagai Ketua Kadin Kabupaten Bogor,” kata Ucu kepada awak media.

Ucu mengatakan dukungan tersebut sekaligus membawa harapan agar kepemimpinan Kadin mendatang mampu menghasilkan orientasi baru bagi dunia usaha di Kabupaten Bogor. Menurut nya, organisasi pengusaha tidak cukup hanya menjadi ruang representasi, tetapi perlu mampu mendorong perubahan konkret bagi pelaku usaha.

“Kami berharap agar Kadin ke depan dapat memberi perubahan baru dan arah baru bagi para pengusaha Bogor menjadi lebih maju,” ujarnya.

Konsolidasi Gapeknas juga dihadiri sejumlah anggota dan senior organisasi. Forum itu menjadi ruang untuk menyampaikan sejumlah harapan kepada Hilal apabila nantinya memperoleh mandat memimpin Kadin Kabupaten Bogor.

Di sisi lain, Hilal menempatkan kontestasi Mukab bukan semata-mata sebagai kompetisi memperebutkan posisi ketua. Ia menyebut momentum tersebut sebagai kesempatan bagi pelaku usaha untuk membangun kembali kebersamaan dan merumuskan arah baru dunia usaha di Kabupaten Bogor.

“Ini saatnya kita maju bersama untuk pengusaha Bogor lebih baik lagi ke depan,” kata Hilal.

Hilal membawa jargon “Rereongan Sangkan Waluya”, yang dimaknai sebagai semangat gotong royong menuju kesejahteraan. Jargon itu menjadi salah satu narasi yang ditawarkan dalam pencalonannya untuk periode 2026–2031.

Namun, dukungan dalam sebuah kontestasi organisasi pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kuatnya konsolidasi. Kandidat juga akan diuji oleh gagasan, rekam jejak, serta kemampuan menerjemahkan kepentingan para pelaku usaha ke dalam program yang terukur.

Bagi dunia usaha Kabupaten Bogor, persoalan seperti kepastian berusaha, akses pembiayaan, kemitraan, penguatan usaha mikro dan kecil, pengadaan yang transparan, hingga peningkatan daya saing industri merupakan agenda yang jauh lebih substansial dibanding sekadar pergantian figur.

Karena itu, jargon Rereongan Sangkan Waluya akan memperoleh makna politik organisasi apabila mampu diterjemahkan menjadi agenda kerja yang konkret dan dapat dirasakan anggota.

Mukab Kadin Kabupaten Bogor ke-IX pun bukan sekadar arena memilih seorang ketua. Forum tersebut menjadi momentum bagi para pelaku usaha menentukan arah organisasi lima tahun ke depan—apakah Kadin akan bergerak sebagai organisasi administratif, atau tampil lebih agresif sebagai rumah bersama yang mampu memperjuangkan kepentingan dunia usaha secara nyata.

Di tengah dinamika tersebut, Gapeknas telah mengambil posisi. Tinggal bagaimana Hilal dan para pendukungnya mengubah dukungan politik organisasi itu menjadi legitimasi melalui gagasan dan program yang mampu menjawab kebutuhan pengusaha Kabupaten Bogor.

 

Reporter: ( al* )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *