Ridwan Rusliadi Tawarkan Reorientasi Kadin Bogor sebagai Rumah Besar Dunia Usaha

BOGOR,Berita-IndonesiaNews.Com – Kontestasi menuju Musyawarah Kabupaten (Muskab) IX Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor mulai diwarnai gagasan mengenai arah baru organisasi dunia usaha.

Bakal calon Ketua Kadin Kabupaten Bogor periode 2026–2031, Ridwan Rusliadi, SE., MH., menawarkan konsep Kadin sebagai rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha, lintas sektor dan skala usaha.

Gagasan tersebut disampaikan Ridwan dalam konferensi pers pencalonannya, Senin, ( 10/8/2026 ). Ia telah mengambil formulir pendaftaran dengan dukungan sejumlah asosiasi pengusaha, di antaranya PHRI, Akbarindo, PPJI, Gapteknas, komunitas usaha dan sejumlah asosiasi lainnya. Sedikitnya sembilan asosiasi telah memberikan dukungan awal.

Muskab IX Kadin Kabupaten Bogor dijadwalkan berlangsung pada 1 September 2026. Dalam momentum tersebut, Ridwan ingin membawa pembahasan Kadin tidak semata berkutat pada kepentingan sektor industri, tetapi bergerak menuju ekosistem dunia usaha yang lebih inklusif.

Menurut nya, struktur perekonomian Kabupaten Bogor telah berkembang dengan karakter yang semakin beragam. Industri, UMKM, ekonomi kreatif, kuliner, perhotelan, jasa hingga bisnis digital memiliki kontribusi dan persoalan yang berbeda. Karena itu, Kadin dinilai perlu memiliki pendekatan yang mampu menjembatani kepentingan berbagai kelompok usaha tersebut.

“Jangan hanya satu bidang. Dunia usaha di Kabupaten Bogor sangat luas,” kata Ridwan.

Ia juga melihat transformasi digital telah mengubah lanskap kewirausahaan. Teknologi, akses internet dan perangkat komunikasi memungkinkan masyarakat menciptakan model usaha baru dengan hambatan masuk yang relatif lebih rendah.

“Dengan handphone, wifi dan kemauan, sekarang orang bisa membuka jalan usaha,” ujarnya.

Dalam konteks investasi, Ridwan menilai relasi antara pemerintah dan dunia usaha perlu dibangun melalui komunikasi yang konstruktif. Menurut Ridwan, Kadin dapat memainkan peran strategis sebagai jembatan dialog untuk mengidentifikasi persoalan, merumuskan solusi dan mendorong terciptanya iklim usaha yang lebih kondusif.

Pandangan tersebut ia kaitkan dengan pengalaman sekitar 26 tahun menjalankan usaha di kawasan Tanjung Priok. Bagi Ridwan, dinamika dunia usaha menuntut kemampuan beradaptasi sekaligus ketahanan menghadapi ketidakpastian.

“Pengusaha harus terus berusaha dan mencari jalan ketika menghadapi masalah,” katanya.

Ridwan berharap Muskab IX tidak berhenti pada agenda pergantian kepemimpinan. Ia ingin forum tersebut menjadi ruang untuk menguji gagasan, memperkuat konsolidasi dan merumuskan arah Kadin Kabupaten Bogor dalam menghadapi perubahan struktur ekonomi.

Jika mendapat mandat memimpin, Ridwan menyatakan akan memperluas partisipasi berbagai sektor usaha dalam organisasi.“Kadin harus menjadi rumah semua pengusaha di Kabupaten Bogor,” ujar Ridwan.

Konsep tersebut pada akhirnya akan diuji melalui proses Muskab IX, termasuk sejauh mana gagasan mengenai Kadin sebagai rumah besar dunia usaha dapat diterjemahkan menjadi program dan kebijakan organisasi yang konkret.

 

 

Reporter: ( Al )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *