Para Ulama, Ormas Islam, dan Pemkab Bogor Gelar Solat Istisqa di Alun Alun

CIBINONG,Berita-IndonesiaNews.Com – Akibat kemarau panjang yang melanda di berbagai wilayah, Para Ulama, Bersama tokoh forum Ormas Islam, dan Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar salat Istisqa di Alun-Alun Kabupaten Bogor, pada Jumat (18/9/2026).

Salat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT, di tengah kondisi kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air dan aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.

Pelaksanaan solat Istisqo juga di ikuti bupati Bogor Rudy Susmanto, wakil bupati, para Ulama, pimpinan Ormas Islam, sekda, ketua DPRD, Kemenag,TNI, Polri, KNPI, serta Ratusan masyarakat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan adanya kebersamaan dalam menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan air di tengah masyarakat.

Ketua PD Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor, KH Abdul Aziz Sarnata, mengatakan salat Istisqa bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.

“Salat Istisqa merupakan ikhtiar kita bersama untuk memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT. Namun, ikhtiar spiritual harus berjalan beriringan dengan ikhtiar sosial.

Kita juga harus menjaga lingkungan, menggunakan air secara bijak dan membangun kesadaran bersama agar sumber-sumber air tetap terpelihara,” ujar KH Abdul Aziz.

Menurut KH. Abdul Aziz kondisi kekeringan hendaknya menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus memperbaiki hubungan manusia dengan alam.

“Semoga doa yang kita panjatkan bersama ini dikabulkan Allah SWT, diberikan hujan yang membawa keberkahan, bukan hanya bagi pemerintah, tetapi bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor.

Kita berharap kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi dan aktivitas masyarakat kembali berjalan dengan baik,” katanya.

KH. Abdul Aziz juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan doa, tetapi terus membangun kepedulian dan gotong royong dalam menghadapi dampak kemarau.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita menjadikan momentum ini sebagai evaluasi bersama. Doa, ikhtiar dan kepedulian harus berjalan bersama.

Pemerintah, ulama, ormas Islam dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehidupan dan lingkungan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Pelaksanaan salat Istisqa tersebut menjadi ruang bersama bagi pemerintah, ulama, ormas Islam dan masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial.

Di tengah persoalan kekeringan, harapan terhadap turunnya hujan tidak hanya menjadi permohonan secara spiritual, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga sumber daya air dan lingkungan.

Dengan digelarnya salat Istisqa, seluruh pihak berharap hujan segera turun di wilayah Kabupaten Bogor dalam kondisi yang membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.

 

Reporter: ( al* )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *