BOGOR, Berita-IndonesiaNews.Com – Gedung Tegar Beriman, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bogor, mulai dipersiapkan untuk menjadi tempat Temu Akbar atau Tebar Mawar dan Milad Mathla’ul Anwar ke-110, yang akan di gelar pada Rabu, ( 12/8/2026 ).
Sehari menjelang pelaksanaan, panitia menyebut persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 95 persen. Sejumlah kebutuhan teknis, tata acara, hingga koordinasi peserta terus dimatangkan untuk memastikan perhelatan organisasi berjalan tertib.
Ketua Organizing Committee Tebar Mawar dan Milad Mathla’ul Anwar ke-110, Ahmad Sopyan, mengatakan Selasa, 11 Agustus 2026, menjadi hari terakhir bagi panitia untuk melakukan pengecekan menyeluruh sebelum acara dimulai.
“Alhamdulillah, persiapan sudah hampir 95 persen,” kata Ahmad saat ditemui di Gedung Tegar Beriman, Selasa.
Kegiatan bertema “Memajukan Umat, Membangun Bangsa” itu diperkirakan dihadiri sekitar 3.500 peserta. Mereka berasal dari keluarga besar Mathla’ul Anwar, lembaga pendidikan di bawah naungan organisasi mulai dari RA, MI, MTs hingga Madrasah Aliyah, serta majelis taklim dan para simpatisan.
Panitia juga mempersiapkan rangkaian kegiatan untuk menyambut sejumlah tokoh dan pejabat daerah yang dijadwalkan hadir. Di antaranya Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor bersama sejumlah anggota DPRD, serta Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar.
Bagi panitia, Tebar Mawar bukan hanya agenda peringatan hari lahir organisasi. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat konsolidasi keluarga besar Mathla’ul Anwar.
Ahmad mengatakan Mathla’ul Anwar memiliki sejarah panjang dalam bidang pendidikan dan dakwah. Di Kabupaten Bogor, organisasi tersebut disebut telah hadir di Rumpin sejak 1936.
Jejak sejarah itu menjadi salah satu alasan mengapa pelaksanaan Tebar Mawar ke-110 tidak sekadar dipandang sebagai seremoni. Momentum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk meneguhkan kembali kontribusi Mathla’ul Anwar dalam pendidikan dan kehidupan masyarakat.
Menurut Ahmad, para pendiri Mathla’ul Anwar sejak awal menempatkan pendidikan dan dakwah sebagai bagian penting dari pengabdian kepada umat. Nilai tersebut, kata dia, tetap relevan untuk dikembangkan di tengah perubahan masyarakat.
“Mathla’ul Anwar hadir lebih kepada pendidikan dan dakwah. Para ulama ketika itu memiliki pemikiran bagaimana Islam Ahlussunnah wal Jamaah dapat memberikan kontribusi besar bagi negara,” ujarnya.
Dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan, kesiapan teknis menjadi perhatian panitia. Pengaturan peserta, kelancaran rangkaian acara dan koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan hingga menjelang pelaksanaan.
Tebar Mawar ke-110 pada akhirnya bukan hanya soal memperingati perjalanan panjang sebuah organisasi. Ia menjadi momentum untuk mempertemukan kembali keluarga besar Mathla’ul Anwar sekaligus menegaskan komitmen terhadap pendidikan, dakwah, dan kehidupan kebangsaan.
Sehari sebelum acara digelar, sebagian besar pekerjaan panitia telah rampung. Tinggal memastikan seluruh persiapan tersebut berjalan sebagaimana direncanakan ketika ribuan peserta berkumpul di Gedung Tegar Beriman pada Rabu besok.
Reporter: ( al )












