Palestina,Berita-IndonesiaNews.Com – Ulama Palestina Syekh Akrama Sabri menyerukan umat Islam untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat ibadah sekaligus kepedulian terhadap Masjid Al-Aqsa.
Seruan itu disampaikan menjelang Selasa, 25 Agustus 2026, yang bertepatan dengan peringatan pembakaran Masjid Al-Aqsa dan peringatan Maulid Nabi.
Syekh Sabri mengajak umat untuk mendatangi Al-Aqsa, melaksanakan salat, serta mengikuti majelis zikir dan kajian keislaman.
Menurut nya, peringatan Maulid tidak semata-mata ditempatkan sebagai seremoni keagamaan. Momentum tersebut, dapat diisi dengan memperdalam keteladanan Rasulullah melalui pembacaan sejarah kehidupan Nabi, di samping membaca Al-Qur’an.
Seruan ini juga memiliki dimensi yang lebih luas. Ia meminta negara-negara Arab dan umat Islam menyatukan langkah untuk melindungi Masjid Al-Aqsa, tempat-tempat suci, serta aset wakaf di Yerusalem dan Palestina.
Dalam konteks itu, Maulid diposisikan bukan hanya sebagai peringatan sejarah kelahiran Nabi, melainkan sebagai momentum membangun kesadaran umat terhadap keberadaan situs-situs suci dan warisan keagamaan di Palestina.
Syekh Sabri juga menyerukan umat menghadapi kampanye yang dinilai merendahkan Nabi Muhammad SAW dengan memperkuat pemahaman terhadap ajaran dan prinsip Islam.
Pendekatan tersebut menempatkan respons keagamaan pada penguatan pengetahuan dan nilai, bukan sekadar reaksi emosional.
Seruan ini memperlihatkan bagaimana peringatan Maulid di Palestina memiliki lapisan makna yang lebih kompleks ibadah, pendidikan keagamaan, penghormatan terhadap Nabi, sekaligus penguatan perhatian umat terhadap Masjid Al-Aqsa.
Bagi syekh Sabri, memperingati Maulid di Al-Aqsa bukan sekadar menghadiri sebuah perayaan. Ia mengajak umat menghidupkan ruang ibadah dengan salat, zikir, dan ilmu, sembari menjaga kesadaran bahwa Al-Aqsa merupakan bagian penting dari sejarah dan identitas keislaman.
Dengan demikian, pesan utama yang dibawa Sabri bukan berhenti pada peringatan kelahiran Nabi, tetapi bagaimana keteladanan Rasulullah diterjemahkan ke dalam sikap umat.
memperdalam ilmu, menjaga tempat suci, serta merespons berbagai tantangan terhadap ajaran Islam melalui penguatan nilai dan pengetahuan.*
Reporter: ( kur )












