Hilal Firmansyah Resmi Pimpin Kadin Kabupaten Bogor, 2026 – 2031, Jadikan Rumah Bersama bagi Pelaku Usaha

CIBINONG,Berita-IndonesiaNews.Com – Kontestasi Musyawarah Kabupaten (Mukab) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor ke-IX berakhir dengan terpilihnya Hilal Firmansyah sebagai Ketua Kadin Kabupaten Bogor periode 2026–2031.

Hilal mengungguli Sulhaji Jompa dalam pemungutan suara yang berlangsung di Aula Hotel Harris CCM, Cibinong, pada Rabu malam, ( 2/9/2026 ).

Dari tiga nama yang sebelumnya masuk dalam kontestasi, Ridwan Rusliandi menyatakan mengundurkan diri sebagai calon ketua.

Penghitungan suara sempat berlangsung ketat. Pada tahap awal, Sulhaji Jompa sempat berada di posisi teratas. Namun, perolehan suara berbalik pada penghitungan berikutnya hingga akhirnya Hilal mengunci kemenangan.

Hilal memperoleh 279 suara, sedangkan Sulhaji Jompa meraih 210 suara.

Hasil tersebut sekaligus menandai berakhirnya kepemimpinan Sintha Dec Cheacawati di Kadin Kabupaten Bogor dan membuka periode baru bagi organisasi dunia usaha tersebut.

Bagi Hilal, kemenangan dalam forum Mukab ke- IX bukan semata-mata legitimasi untuk memimpin organisasi.

Tantangan yang lebih besar justru berada setelah kontestasi berakhir, menyatukan kembali para pelaku usaha dan menjadikan Kadin sebagai ruang bersama untuk memperkuat ekonomi daerah.

“Kadin akan menjadi rumah bersama bagi para pelaku usaha,” ujar Hilal.

Ia mengatakan kepemimpinannya akan diarahkan untuk merangkul seluruh pihak yang terlibat dalam kontestasi.

Termasuk tiga calon yang sebelumnya muncul dalam proses pemilihan. Menurut nya, perbedaan pilihan dalam Mukab harus berhenti setelah proses demokrasi organisasi selesai.

Hilal menilai Kadin memiliki posisi strategis untuk mempertemukan berbagai kepentingan dunia usaha dengan agenda pembangunan Kabupaten Bogor.

Karena itu, sektor industri, perdagangan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga pembangunan daerah menjadi bagian dari agenda yang akan didorong.

Ia juga menaruh perhatian pada keterlibatan generasi muda dalam ekosistem usaha.

Perubahan teknologi dan ekonomi digital, menurut hilal, menuntut organisasi dunia usaha tidak hanya mempertahankan pola lama, tetapi membuka ruang lebih luas bagi pelaku usaha muda untuk tumbuh.

Dengan demikian, pekerjaan rumah kepengurusan baru bukan berhenti pada konsolidasi internal. Kadin dituntut mampu menerjemahkan kepentingan pelaku usaha menjadi gagasan ekonomi yang relevan dengan kebutuhan Kabupaten Bogor.

Mukab ke-IX pun meninggalkan pesan bahwa kemenangan dalam pemilihan hanyalah tahap awal.

Setelah suara dihitung dan pemenang ditetapkan, tantangan sesungguhnya adalah membangun kembali kohesi organisasi serta memastikan Kadin hadir sebagai mitra strategis bagi dunia usaha dan pembangunan ekonomi Kabupaten Bogor.

Hilal kini menghadapi pekerjaan untuk membuktikan janji “rumah bersama” tersebut dalam bentuk kebijakan organisasi yang inklusif, program yang terukur, serta keberpihakan yang proporsional terhadap seluruh lapisan dunia usaha.

 

Reporter: ( al* )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *