Camat Lamba Leda Utara NTT Soroti Janggalnya Data Bantuan Gempa

Manggarai,Berita-IndonesiaNews.Com – Persoalan distribusi bantuan gempa di Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, memasuki babak yang lebih serius.

Bukan sekadar soal logistik yang terbatas, melainkan dugaan ketidaksesuaian antara data bantuan dan kondisi faktual di lapangan.

Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, meluapkan kekecewaan saat meninjau posko pengungsian.

Ia bahkan membanting paket logistik di hadapan petugas BNPB setelah menolak menandatangani berita acara penyerahan bantuan.

Agustinus mempersoalkan data yang menurutnya tidak menggambarkan kebutuhan riil warga. Di lapangan, sekitar 300 paket sembako disebut harus menopang kebutuhan 21.171 warga di 11 desa terdampak.

“Bapak keterlaluan, bapak jual nama saya!” ujar Agustinus, seperti dikutip dalam rekaman peristiwa tersebut Jumat (21/8/2026).Ledakan emosi itu semestinya tidak berhenti sebagai tontonan birokrasi.

Ia membuka pertanyaan yang lebih mendasar bagaimana validitas pendataan bantuan bencana diverifikasi sebelum menjadi dasar laporan dan distribusi.

Memasuki hari keenam pascagempa, kesenjangan antara angka di atas kertas dan kebutuhan warga menjadi persoalan yang tak bisa ditutupi dengan administrasi.

Bantuan bencana semestinya bergerak berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar memenuhi kolom laporan.

Namun, tudingan mengenai manipulasi data tetap harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan klarifikasi pihak-pihak terkait.

Prinsip praduga tak bersalah perlu dijaga, sembari memastikan distribusi bantuan berlangsung transparan, terukur, dan tepat sasaran.

Peristiwa di Lamba Leda Utara pada akhirnya bukan hanya soal amarah seorang camat. Ia menjadi alarm bahwa dalam situasi bencana, kesalahan data dapat berubah menjadi penderitaan nyata bagi warga.

 

 

 

Reporter: ( al )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *