Cibinong,Berita-IndonesiaNews.Com – Ketua DPD Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor KH. Abdul Aziz Sarnata M.E.,M.Pd. menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sebagai momentum untuk kembali meneguhkan keteladanan, perilaku, dan akhlak Rasulullah dalam kehidupan masyarakat.
Maulid Akbar yang di pimpin Habib Mahdi Asegaf dan di hadiri para alim, ulama, Forkominda, serta ribuan masyarakat di Halaman Kompleks Pemerintah Kabupaten Bogor, pada Sabtu malam (22/8/2026), tidak hanya menjadi ruang memperingati kelahiran Nabi, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan, pendidikan, dan pembentukan karakter umat.

KH. Abdul aziz menegaskan bahwa keteladanan Rasulullah harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui penguatan pendidikan agama yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Menurut nya, pendidikan agama tidak boleh hanya berpusat di wilayah perkotaan. Peran lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan perlu diperluas hingga ke pelosok Kabupaten Bogor agar masyarakat memperoleh akses pembinaan keagamaan secara lebih merata.
“Semangat Maulid Nabi harus kita jadikan energi untuk meneladani akhlak Rasulullah. Pendidikan agama harus bergerak dari pelosok, membangun karakter generasi dan mendorong kemajuan masyarakat Kabupaten Bogor,” ujarnya.
KH. Abdul Aziz menilai tantangan pembangunan masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan karakter, moral, serta kualitas pendidikan agama menjadi fondasi penting agar kemajuan daerah berjalan seimbang.

Mathla’ul Anwar, kata KH. Abdul Aziz akan terus mendorong peran pendidikan dan dakwah sebagai instrumen pembinaan masyarakat. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, untuk menciptakan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi pengingat agar nilai kejujuran, amanah, kasih sayang, keadilan, dan kepedulian yang dicontohkan Rasulullah dapat hadir dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Bogor.
Dengan demikian, pendidikan agama diharapkan mampu bergerak dari pusat pemerintahan hingga pelosok desa, menjadi kekuatan sosial dalam membangun sumber daya manusia sekaligus memperkuat fondasi kemajuan Kabupaten Bogor,” tutup nya.
Reporter: ( al )












