Bupati Tasikmalaya Ziarah ke Makam Ulama, Merawat Warisan Keilmuan di Hari Santri

Tasikmalaya,Berita-IndonesiaNews.Com – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Tasikmalaya tak hanya diisi seremoni.

Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi menziarahi makam sejumlah ulama, pada Jumat (16/10/2026).

Kegiatan ini sebagai upaya menautkan peringatan hari santri dengan sejarah dan tradisi keilmuan Islam.

Ziarah yang dikenal sebagai Jiyarotusyusyukh itu memasuki hari ketiga rangkaian peringatan.

Tiga makam ulama menjadi tujuan ziarah diantaranya Abah Sepuh di Pondok Pesantren Suryalaya, Syekh Akbar Abdul Fatah di Pesantren Idrisiyyah, Cisayong, serta KH Ahmad Syahdili di Kikisik, di Kecamatan Sukaratu.

Di balik ritual ziarah, tersimpan pesan tentang kesinambungan tradisi. Para ulama yang diziarahi bukan sekadar figur masa lalu, melainkan bagian dari sejarah pendidikan Islam dan pembentukan kehidupan keagamaan masyarakat Tasikmalaya.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyebut kegiatan itu sebagai momentum mengenang perjuangan ulama sekaligus menjaga keteladanan dan warisan keilmuan mereka.

Nilai-nilai tersebut diharapkan diteruskan generasi santri agar identitas Tasikmalaya sebagai Kota Santri tidak berhenti pada sebutan.

Namun, merawat warisan ulama menuntut lebih dari mengenang nama dan mendatangi makam. Tradisi keilmuan perlu hidup dalam pendidikan pesantren, pembentukan karakter, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Di situlah makna Hari Santri diuji: apakah penghormatan terhadap masa lalu mampu menjadi pijakan untuk menjawab persoalan masa kini.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pejabat pemerintah daerah, Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, pimpinan BUMD, Forum Pondok Pesantren, serta organisasi keagamaan.

 

Reporter: ( a* )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *