CILEBUT,Berita-IndonesiaNews.Com – Pemerintah Desa (Pemdes) Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, resmi meluncurkan program Bantuan Keuangan (Bankeu) Tahun Anggaran 2026 melalui kegiatan pengaspalan jalan di Kampung Batu Gede, RT 05/RW 07, Rabu (4/11/2026).
Launching ditandai dengan pengguntingan pita oleh Camat Sukaraja, Dra. Rahmawati Aries, M.Si., bersama Kepala Desa Cilebut Barat, H. Dasuki.
Kegiatan diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin Ketua MUI Desa Cilebut Barat sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darul Haromain, KH. Muharom Hilali Maszuki, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Hadir pula unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, Babinwil, Ketua BPD, Ketua TP-PKK, para ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Kepala Desa Cilebut Barat, H. Dasuki, mengatakan bahwa pelaksanaan Bankeu 2026 merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan launching Bantuan Keuangan Tahun 2026 dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Kami mengucapkan terima kasih, khususnya kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor Jaro Ade atas perhatian dan dukungan terhadap pembangunan desa,” ujar Dasuki.
Dasuki menjelaskan, alokasi pembangunan melalui Bankeu tersebut dibagi ke dalam tiga wilayah RW, dengan sasaran pekerjaan pengaspalan jalan.
Adapun rincian pekerjaan meliputi wilayah RW 07 dengan volume 420 meter x 3 meter, RT 05/RW 04 sepanjang 320 meter, serta Kampung Babakan RW 05 sepanjang 460 meter.
Menurut Dasuki, pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah desa. Pasalnya, masih terdapat sejumlah ruas jalan di wilayah Cilebut Barat yang membutuhkan perbaikan.
“Kami menyadari pembangunan belum bisa menjangkau seluruh wilayah. Karena itu, kami memohon maaf kepada masyarakat yang belum mendapatkan pembangunan dan berharap warga dapat bersabar.Pemerintah desa akan terus berupaya mengusulkan pembangunan untuk wilayah yang belum tersentuh,” katanya.

Dasuki juga mengakui keterbatasan anggaran desa menjadi salah satu kendala dalam mempercepat pembangunan. Ia menyebutkan, kondisi Dana Desa saat ini mengalami pengurangan dibandingkan tahun sebelumnya sehingga berdampak terhadap pelaksanaan sejumlah program.
“Kami mohon maaf apabila pembangunan sedikit tersendat karena anggaran Dana Desa tidak lagi seperti tahun sebelumnya. Mudah-mudahan pada 2027 anggarannya kembali membaik sehingga pembangunan dapat lebih optimal,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Sukaraja, Rahmawati Aries, menjelaskan bahwa Bankeu 2026 merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade dalam mendorong pembangunan desa.
Camat menyebutkan, terdapat perubahan skema bantuan keuangan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya dikenal dengan program Satu Miliar Satu Desa (Samisade), pada 2026 alokasi bantuan meningkat menjadi Rp1,5 miliar per desa.
Namun, tambahan anggaran tersebut disertai dengan perluasan sasaran penggunaan. Bankeu tidak hanya diarahkan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendukung program pemberdayaan masyarakat.

“Pada tahun ini ada penambahan anggaran sebesar Rp500 juta sehingga totalnya menjadi Rp1,5 miliar. Penggunaannya juga mengalami perubahan, tidak hanya untuk infrastruktur, tetapi turut diarahkan pada peningkatan pemberdayaan masyarakat,” jelas Rahmawati.
Ia memaparkan sejumlah program pendukung, di antaranya Dayeuh Pajajaran yang mencakup kegiatan pengelolaan sampah dan sistem keamanan lingkungan (siskamling), serta program Sasade (Satu Sarjana Satu Desa) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Melalui program Sasade, pemerintah mendorong masyarakat, khususnya dari keluarga kurang mampu, agar memiliki kesempatan meningkatkan pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan. Diharapkan, peserta program nantinya dapat kembali berkontribusi dalam pembangunan desa.
Selain itu, terdapat pula penguatan digitalisasi desa melalui program Geo Asta Desa. Berbagai program tersebut diharapkan mampu mendorong desa menjadi lebih mandiri dan berkembang.
Rahmawati mengajak pemerintah desa bersama masyarakat untuk mengawal pelaksanaan Bankeu agar berjalan sesuai ketentuan.
“Kami berharap seluruh kegiatan ini dilaksanakan dengan baik, selesai tepat waktu, tertib administrasi, serta mendapat pengawasan bersama. Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Reporter: ( al* )












